Kartini di Masa Pandemi

Seorang perempuan jika sudah mencapai kebahagiaan dengan pencapaian status sosial yang diperoleh melalui suatu kedudukan yang tinggi dan terhormat baik dalam lingkungannya bekerja maupun yang lebih penting lagi dari masyarakat, hendaknya selalu ingat dan sadar bahwa sorang Ibu adalah Ibu. Mengapa demikian? Perlu saya tegaskan bahwa semakin tinggi posisi seorang Ibu, kadang juga semakin besar godaan yang ada di sekitarnya. Di sinilah bedanya. gerakan wanita di barat dengan gerakan wanita di timur. Gerakan wanita di barat cenderung melepaskan diri dari tanggung jawab dan kewajiban rumah tangga. Gerakan mereka namakan Women Liberation Movement atau Women’s Lib, sedangkan gerakan wanita di timur, khususnya Indonesia mencari sintesa antara kewajiban rumah tangga dan masyarakat. Hal inilah yang menjadikan kecenderungan sebagian wanita dari Indonesia mencontoh gerakan wanita dari Barat dengan melepaskan tanggung jawab rumah tangga.

Bahasan ini sangatlah menarik bagaimana peran wanita Indonesia pada masa pandemi? Indonesia termasuk negara yang terdampak adanya virus yang lagi viral ini corona, pada masa Pandemi, tepatnya 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, seorang tokoh sejarah yang memperjuangkan tentang kemajuan kaum wanita. Perjuangan Kartini identik dengan perjuangan emansipasi wanita, yang berarti pembebasan dari suatu kungkungan atau ikatan. Kartini bukanlah westernisasi atau meniru budaya barat, bukan! Tetapi memang Kartini adalah tuntutan pada masa sekarang tepatnya zaman 4.0, wanita dituntut ikut berjuang dalam menegakkan perekonomian keluarga, karena pada masa ini wanita cukup berperan. 

Bagaimana peran wanita pada masa pandemi ini? Wanita karier ataupun ibu rumah tangga sekalipun pada masa pandemi ini mempunyai peran cukup tangguh, kenapa saya katakan tangguh? Karena selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai guru dirumah karena anak belajar dirumah. Saya katakan lagi, Ibu harus pandai. Bagaimana jika ibu tidak pandai, dengan pendampingan belajar daring, tidak bisa terbayangkan betapa ribet dan susahnya.

Dalam surah Al-Baqarah : 31 yang artinya “ sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar” Maksud dari ayat ini adalah setiap orang diminta belajar dan kemudian mendapatkan kemuliaan lebih. Dengan mengajarkan apa yang sudah diketahuinya, hal ini berlaku untuk wanita. Karena itu wanita dianugerahi sifat penyayang, kelembutan dan ketekunan yang dominan dan bermanfaat. Dari firman Allah melalui al-Qur’an dapat kita garis bawahi, bahwa apa yang terjadi apabila seorang ibu yang tidak pandai bagaimana dalam mengurus perekonomian, bagaimana dalam mendidik anak, bagaimana dengan bersosialisasi dengan lingkungan dan masih banyak lagi yang harus di ketahui oleh seorang Ibu. Apa jadinya apabila di masa pandemi ini seorang ibu tidak mengetahui perkembangan teknologi, bagaimana mendampingi anak dalam pembelajaran during, bagaimana meningkatkan imun dalam keluarga, bagaimana menjaga kebersihan keluarga. 

Wanita karir pun dalam masa pandemi ini mempunyai tugas lebih banyak dan rinci.  Saya katakan dobel atau berlipat lipat tanggung jawabnya. Saat social distancing atau pembatasan jarak, saat posisi seorang Ibu yang bekerja, mempunyai tanggung jawab yang penuh karena posisi anak sedang dirumah, keluarga di rumah sementara Ibu bekerja. Pendapat saya tentang masa social distancing, sebagai seorang Ibu harus lebih banyak mempersiapkan kondisi rumah juga mengatur kerja.

Disinilah saya berpikir cerdas apabila Kartini hidup pada masa ini mungkin tidak ada wanita yang terbelenggu oleh kaum pria malah sebaliknya negara akan teratasi dengan adanya wanita yang tangguh dan cerdas. Negara akan menjadi sehat dengan adanya wanita yang pandai, negara akan jadi kuat dengan adanya wanita yang hebat. Harapan saya di bulan April saat bencana corona melanda Indonesia dengan program social distancing, para wanita mari kita jaga Kesehatan keluarga. Wanita harus kuat karena kita ini adalah fondasi keluarga, kita ini barometer keluarga, kita ini ujung tonggak keluarga, baik buruknya sehat dan tidaknya keluarga ada ditangan wanita. Dari tulisan ini harapan saya, semoga wabah corona cepat berakhir dan kita keluarga semua bangsa Indonesia terlindungi diberi Kesehatan sehingga kita dapat menyambut Ramadhan dengan baik dan suka cita , aamiin .

Leave a Reply