Noer viatah,M.Pd
Kupas Tuntas Umbi-Umbian Beserta Manfaatnya

Umbi-umbian merupakan jenis tanaman yang memperoleh bahan nabati alami dari dalam permukaan tanah, merupakan salah satu bahan pangan bentuk pati yang kaya akan karbohidrat selain jenis makanan pokok berjenis serelia,padi, (Tati Estiasih,Widya Dwi Rukmi Putri,Elok Waziiroh, 2017), umbi umbian sendiri dapat tumbuh tanpa bergantung pada iklim secara spesifik begitu juga dengan jenis tanahnya, 

namun umbi-umbian tumbuh subur pada wilayah tropis dengan suhu dan kelembapannya (Retno Utami,Titiek F. Djaafar, 2014), itulah mengapa umbi-umbian juga merupakan makanan pokok diberbagai daerah di Indonesia karena memang tumbuh subur diberbagai wilayah di Indonesia dan jenis kacang-kacangan, jenis dari umbi-umbian secara khusus dan spesifik dibagi lagi berdasarkan tempat tumbuh, jenis, dan berbagai hal lain yang mempengaruhi tumbuh kembang umbi tersebut, beberapa jenis tersebut antara lain :

  1. Umbi Akar, merupakan umbi yang cukup sering jadi olahan makanan antara lain Ubi kayu (singkong), termasuk juga wortel,bi jalar, lobak, dan lainya, sesuai dengan namanya ubi ini terbentuk dari akar tanaman umbi-umbian baik akar cabang, maupun akar tunggang.
  2. Umbi Lapis, termasuk dalam keluarga bumbu dapur, contohnya adalah bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai, umbi-umbian jenis ini merupakan jenis umbi dari rapatnya susunan roset yang terbentuk dari berbagai tumpukannya sendiri.
  3. Umbi Udara, umbi ini cukup unik karena muncul pada permukaan tanah dan pada area batang tanaman tersebut, biasanya tunas yang dihaslikan dapat digunakan lagi sebagai alat perkembangbiakan pada tanaman umbi selanjutnya, jenis umbi udara antara lain tanaman gembili dan uwi.
  4. Umbi Batang. Jenis umbi batang antara lain, kentang,talas, umbi dahlia, serta bebrapa tanaman jamu, seperti Jahe,kunyit, dan kencur, umbi batang merupakan hasil dari pengembangan dan pertumbuhan batang tanaman jenis umbi dari dalam tanah yang menggembung pada rimpannya

Selain pengelompokan berdasarkan jenis, dan tanamannya Umbi-umbian juga dibagi menjadi dua berdasarkan pengembangan dan budidaya-nya yaitu umbi mayor dan umbi minor perbedaannya umbi mayor merupakan jenis umbi yang digalakkan oleh pemerintah dari hasil pemanfaatannya, sedangkan umbi minor merupakan proyek penelitian yang masih terus dilanjutkan penegmbangan dan pemanfaatannya (IW Gede Sedana Yoga, Amna Hartiati, 2015).

PRODUKSI UMBI-UMBIAN

Seperti yang sudah dibahas diatas bahwa umbi-umbian merupakan salah satu makanan pokok masyarakat indonesia selain beras, atau jenis serelia-an, dan kacang-kacangan lainnya, data tersebut juga dituangkan oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) indonesia dalam suatu laporan konsumsi pangan di Indonesia yang di survei kan pada tahun 2013-2018,

Dalam laporan tersebut tercantum bahwa umbi-umbian merupakan cadangan pangan kedua terbesar setelah jenis beras (padi) (Direktori Perkembangan Konsumsi Pangan, 2019),  meskipun dengan selisih sangat jauh, namun nyatanya persediaan hasil produksi umbi-umbian di Indonesia sendiri berdasarkan riset dari kementrian Pertanian tahun 2015 ketahanan pangan sektor umbi-umbian terhitung tinggi dengan hasil produksi 21,8 juta ton Ubi kayu, 2,3 juta ton ubi jalar, dan 1,2 juta ton pada kentang, kemudian umbi-umbian jenis lain seperti kentang pada tahun 2012 sebanyak 312,7 ribu ton dan tanaman bengkoang yang mencatat hasil produksi tertinggi pada tahun 2008 yaitu sebanyak 57 ribu ton (Universitas Andalas, 2021) dalam catatan berbeda pula, badan ketahanan pangan mencatat hasil berikut sebagai gambaran produksi umbi-umbian dengan lebih spesifik.

GIZI, DAN MANFAAT

Selain mudah diolah sebagai makanan pokok, jenis lain umbi-umbian juga memiliki banyak sekali manfaat, diharap dengan potensi masyarakat Indonesia umbi-umbian dari beberapa jenis dapat menjadi potensi pengolahan yang baik dan kedepan juga dapat membuka peluang sebagai salah satu UMKM level rumahan atau mungkin juga potensi industri yang lebih besar, sebagai salah satu panganan pokok pengganti nasi, tentunya harus memliki kandungan gizi yang menyerupai atau setara dengan yang biasa kita konsumsi guna memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat Indonesia,berdasrkan data yang merupakan rujukan dari studi di Universitas Negeri Semarang ini, menunjukkan hasil sebagai berikut, data tersebut merupakan hasil olahan umbi-umbian dalam bentuk tepung(Octavianti Paramita, Anggraini Mulwinda, 2012)

Bukan tanpa maksud data diatas ditampilkan dalam bentuk pengolahan tepung, karena nantinya tepung-tepung dari olahan umbi-umbian ini akan lebih mudah diidentifikasikan jenis dari zat gizi yang terkandung, dalam umbi-umbian sendiri merupakan bahan pangan yang kaya akan zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, kadar abu, lemak nabati, dan juga air.

PENGELOLAAN, HASIL JADI DAN PRODUK

Dengan sumber daya yang bagus, tentunya harus diimbangi dengan pengelolaan bahan baku yang tepat dan sesuai prosedur, pengelolaan umbi-umbian merupakan hal yang harus diperhatikan karena memang ada beberapa spesies umbi-umbiantak dapat dikelola ataupun dikonsuumsi karena beracun atau beberapa alasan lain (Sapuan Gafar, 2009), seperti yang dibahas diawal bahwa umbi-umbian merupakan salah satu tanaman dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, selain dimanfaatkan sebagai olahan pangan bebrapa jenis umbi-umbian dapat dimanfaatkan sebgai obat-obatan tradisional, seperti yang ditulis oleh Dr.Arina Heidyana bebrapa umbi-umbian ini sehat untuk dikonsumsi dan dapat menjadi antibodi, contohnya seperti, beberapa umbi-umbian yangjuga rempah-rempah seperti Kunyit, jahe, dan bit, kemudian beberapa jenis dari bawang baik putih maupun bawang merah, (Dr.Arina Heidyana, 2020), bahkan beberapa jenis umbi-umbian juga dapat digunakan sebagai pewarna alami, kebanyakan diperuntukkan sebagai pewarna makanan, namun juga dapat digunakan sebagai pewarna tekstil, ataupun kebutuhan industri lainnya, beberapa tanaman tersebut merupakan umbi-umbian jenis ubi, lebih spesifik merupakan ubi ungu, yang memiliki kandungan warna antosianin yang terdapat melimpah di tiap kulit serta daging pada ubi Ungu (Siti Umi Salamah, 2017)

Kembali sabagai fungsi utama umbi-umbian sebenarnya yang sejatinya merupakan tanman yang kaya karbohidrat dan kandungan baik lainnya, tentunya akan sangat baik jika dikonsumsi sehari hari, sebagai bahan konsumsi tentunya rasa dan tampilan harus dibuat semenarik mungkin, begtu pula jika akan menjadi produk yang menjadi komoditi pasar, sudah selayaknya olahan dari umbi-umbian ini dibuat semenarik, dan secantik mungkin bagi pelanggan, berikut ini adalah beberapa olahan umbi-umbian yang coba dan sudah diterapkan dan dengan beberapa study kasus, antara lain :

  • Ubi Jalar Tanaman jenis umbi ini memiliki nama latin Ipomoea batatas tanaman ini memilikki beberapa jenis yang dapat dibenakan dengan warna ubinya, nilai gizi yang diperoleh cukup tinggi dengan kisaran kalori di angka 123 kalori/100 gram, dengan nilai kalori tersebut ubi jalar dapat dijadikan sebagai pengganti nasi, dengan beberapa olahan yang dapat dikresikan lagi pengolahannya, seperti yang dilakukan masyarakat kelompok tani di desa Selotapak, Kec. Trawas, Mojokerto mengolahnya menjadi bahan baku tepung yang nantinya dijadikan sebagai olahan brownies, dan cake basah, ataupun dijadikan sebagai, mie bihun, es krim, bahkan menjadi yoghurt ubi, (Endah Asmawati, Arif Herlambang, 2020) 
  • Singkong (Ubi Kayu) Ubi kayu atau singkong ini merupakan salah satu jenis umbian paling sering, dan yang terhitung banyak populasinya di Indonesia, olahan yang paling umim adalah bahan baku tepung tapioka (sari pati singkong) ataupun seperti yang dilakukan oleh masyarakat di desa Sumberejo Kab. Wonogiri singkong juga diolah menjadi tepung Mocaf (tepung singkong fermentasi), selain itu desa berpenduduk 3175 jiwa ini juga dikenal masyarakat sebagai desa Gaplek, karena memang masyarakat banyak yang memnfaatkannya sebagai gaplek, ataupun dengan olahan singkong yang lain seperti menjadi tiwul, beras singkong,krupuk opak di Jawa Tengah atau juka di Madura dikenal dengan nama krupuk tette, bahkan singkong juga enak meskipun diberi bumbu sederhana kemudian digoreng hingga kering (Sri Sunarsih, Dkk. 2011).
  • Talas Tanaman umbi talas ini memiliki nama latin Colocasia Esculenta ataman ini mudah tumbuh pada suhu sejuk dan lembab bahkan dapat tumbuh di bawah genangan air dengan kadar gatam yang cukup tinggi yaitu dikisaran 25-50% tingkat kegaraman, umumnya talas banyak digunkan sebagai menu kudapan, atau snack ringan,( Ely Rudyatmi, Enni Suwarsi Rahayu, 2014) tepung hasil pengelolaan talas sendiri merupakan bahan favorit yang , membuatnya menjadi bahan campuran yang baik untuk pengolahan panganan berupa sup atau sejenisnya karena memiliki sifat absorpsi yang baik dan tingkat granula yang tahan panas sehingga cocok menjadi pengental bagi olahan makanan lainnya,
  • Kentang Solanum Tuberosum merupakan nama latin dari tanaman yang biasa kita temui menjadi olahan di rumah makan junk food, atau restoran cepat saji, meskipun menjadi olahan junk food namun nyatanya kentang mengandung banyak vitamin B1,B2,C,Fosfor, zat besi, Kalsium, Dan lemak, tanaman umbi jenis ini berasal dari daratan amerika selatan masuk ke Indonesia sekitaran tahun 1794 dibawa oleh penjajah belanda dan ditanam di perkebunan disekitaran Cimahi, Bandung.(Drs.H. Hendro Sunarjono, 2007), seperti yang diketahui di awal kentang merupkan olahan yang paling digemari, baik dari dalam maupun luar negeri, selain jadi olahan restoran cepat saji, kentang juga bisa diolah manjadi makanan tradisional seperti perkedel, donat, dan kue lainnya, dapat juga dibuat menjadi makanan pendamping nasi seperti perkedel, kroket, sambal goring, dan sebgian makanan olahan lainnya atau dapat juga dibuat menjadi makanan ringan seperti keripik, bahkan bisa dibuat menjadi dodol seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Gringging, Kab. Tanah Karo, Di Sumatra Utara, berawal dari melimpahnya bahan baku di wilayah mereka yang mendorong beberapa penduduk yang sebagian kecil merupkan petani,buruh, dan beberapa PNS setempat, mengajak ibu-ibu PKK setempat untuk mengolah kentang tersebut menjadi oleh-oleh khas Wilayah Berastagi, Tahahkaro, dengan menambahkan beberapa hbahan baku seperti gula, santan, kelapa parut, kayu manis dan 1 buah nanas sebagai pelengkap, dengan adanya dodol kentang ini telah mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat seperti, telah memberi pekerjaan bagi ibu-ibu setempat, dan telah mendatangkan investasi serta, secara tak langsung menunjukkan bahwa alam akan selalu memberi apa yang dibutuhkan jika manusia bisa hidup selaras dengan alam sekitar.

Leave a Reply