Seminar Pendidikan Bersama Mugaru
Seminar Pendidikan: Menyatukan Cinta dan Pembelajaran Mendalam di Era AI
Sidoarjo, Kamis, 30 Oktober 2025 — Suasana hangat terasa di ruang seminar pagi itu. Para kepala sekolah SD-SMP Negeri dan Swasta Kabupaten Sidoarjo berkumpul dalam kegiatan Seminar Pendidikan bertema “Integrasi Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Meningkatkan Kesadaran Pendidikan di Era Kecerdasan Artifisial.”
Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Ng Tirto Adi, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, yang menyampaikan pesan penuh makna dalam sesi opening speech. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun pendidikan yang berlandaskan cinta dan kesadaran.
Beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Deep Learning untuk mencetak generasi bangsa di Era kecerdasan artifisial. Beliau memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kementerian Agama RI tentang yang memiliki lima pilar utama, yaitu: Cinta kepada Allah, Cinta kepada sesama, Cinta kepada ilmu pengetahuan, Cinta kepada lingkungan, dan Cinta kepada bangsa.
Dr. Tirto Adi juga menjelaskan konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang dicanangkan Kemendikdasmen, yang berfokus pada tiga nilai utama: Meaningful – pembelajaran yang bermakna, Mindful – pembelajaran dengan kesadaran penuh, dan Joyful – pembelajaran yang menyenangkan.
Menurut beliau, kombinasi nilai-nilai tersebut dirumuskan dalam formula pembelajaran 8-3-3-4, yaitu: 8 Profil Pelajar Pancasila, 3 Nilai Deep Learning, 3 Domain utama pembelajaran, dan 4 Pilar pendidikan.
Dalam kesempatan itu, beliau juga mengutip pesan indah dari seorang Kyai: “Pendidikan terbaik adalah ketika seorang guru menjadi teladan.” Beliau menegaskan, “Apapun kurikulumnya, aktor utama pendidikan tetaplah seorang guru.”
Beliau juga mengingatkan pengalaman selama pandemi COVID-19, saat banyak siswa belajar tanpa sentuhan langsung dari guru. “Saat itu kita menyadari, yang hilang bukan hanya interaksi, tetapi ruh pendidikan itu sendiri,” ujarnya penuh refleksi.
Sebagai penutup, Dr. Tirto Adi membacakan nasihat seorang alim yang menyentuh hati: “Materi itu penting, tapi metode lebih penting. Metode itu penting, tapi kehadiran guru lebih penting. Kehadiran guru itu penting, tapi ruh guru lah yang terpenting.”
Beliau menegaskan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter. “Anak harus memiliki karakter sebelum ilmu pengetahuan, karena karakter adalah akar dari semua kebaikan,” tuturnya.
created by Ust. Agus Widiyanto, M.Pd